SMKN 3 Sumbawa Besar

Libatkan siswa dan alumni SMKN 3 Sumbawa Besar buat 5000 masker semarakkan HUT RI ke 75

Untuk memeriahkan HUT RI ke-75, Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud meluncurkan gerakan ”Satu Juta Masker Merah Putih dari Vokasi untuk Indonesia”. SMKN 3 Sumbawa turut terlibat. Membuat 5.000 masker dalam enam hari.  Sejak 8 Agustus, aktivitas di SMKN 3 Sumbawa makin sibuk. Warga sekolah berpacu dengan waktu, menyelesaikan 5.000 masker merah putih. Ini adalah pesanan yang menjadi bagian dari gerakan Satu Juta
Masker Merah Putih dari Vokasi untuk Indonesia. ”Cara kami berpartisipasi dalam memeriahkan hari kemerdekaan,” kata Kepala SMKN 3 Sumbawa Nasrullah Darwis, pada Lombok Post, kemarin (13/8).
SMKN 3 Sumbawa tidak sendiri. Di NTB ada SMKN 3 Kota Bima dan sekolah kejuruan lain yang memiliki kompetensi keahlian tata busana, ikut menyemarakan gerakan ini. Nasrullah menceritakan, untuk bergabung, sekolah harus melakukan konfirmasi ke Kemendikbud. Mereka harus melalui surat pernyataan sebagai
bukti kesanggupan membuat 5.000 masker selama enam hari. ”Teman-teman menyatakan kesanggupannya dan saya kirim, setelah dapat persetujuan barulah besoknya (9 Agustus,Red), kami langsung rapat persiapan,” jelasnya.
Kegiatan ini sifatnya bantuan sosial. Besarannya Rp 50 juta untuk 5.000 masker. Sehingga terlebih dulu sekolah
menalangi biaya produksinya. ”Kita nggak pakai dana BOS, ini murni anggaran dari hasil unit kerja sekolah,” tegas Nasrullah. Pihaknya melibatkan tiga guru jurusan tata busana, dan 60 orang terdiri dari siswa kelas XI dan XII serta alumni SMKN 3 Sumbawa. Kegiatan mereka ditopang lebih dari 60 unit mesin jahit. Alasan Nasrullah memilih bergabung dalam gerakan ini, sebagai bentuk kepedulian terhadap langkah strategis Kemendikbud. Kemudian, sebagai cara sekolah untuk menjaga sekaligus meningkatkan keahlian siswa. ”Kita tahu, sekarang anak-anak sedang BDR, maka dari kegiatan praktik ini, setidaknya keahlian mereka tidak boleh surut,” jelasnya. Dalam sehari, sekolah menargetkan satu orang menyelesaikan 30-60 masker. Itu yang dikerjakan di sekolah. Belum lagi, yang dikerjakan
dari rumah. Karena SMKN 3 Sumbawa tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan pandemi Covid-19.
”Kami bagi dalam dua kelompok, biar anak-anak juga tetap aman, kami juga izinkan mereka membawa pulang
mesin jahit, biar tetap bekerja di rumah,” tegasnya. Karena pihaknya berpacu dengan waktu. Semua pihak yang terlibat sudah diatur tugasnya. Setelah membeli bahan-bahan yang disyaratkan Kemendikbud, mereka lalu membuat pola masker, memotong kain, kemudian tahap terakhir menjahit. ”Biar jalan semuanya, jadi kita nggak nunggu ini selesai semuanya, jadi kalau sudah ada yang beres sebagian, kita kerjakan,” jelasnya. Hingga 12 Agustus, 1.300 masker sudah diproduksi. Dirinya optimis pada 16 Agustus mendatang, 5.000 masker selesai dibuat.
”Sesuai amanah dari gerakannya, ribuan masker kita dibagikan ke masyarakat sekitar sekolah, SMK terutama di SMK Swasta, serentak dipakai pada perayaan hari kemerdekaan,” tutupnya.

Tinggalkan komentar